Islamic Center Of Baturaja

Islamic Center Of Baturaja
Islamic Center Of Baturaja
Powered By Blogger

Fuji's help for searching

Sabtu, 21 Maret 2009

Sistem Injeksi Bahan Bakar

Sistem Injeksi Bahan Bakar


Sistem bahan bakar terdiri dari sistem suplai bahan bakar dan sistem penakar bahan bakar. Sistem suplai bahan bakar berfungsi mengalirkan bahan bakar dari tangki ke sistem penakar bahan bakar. Selanjutnya sistem penakar bahan bakar baik yang menggunakan karburator atau sistem injeksi bahan bakar berfungsi sebagai berikut:
• Penakar jumlah udara dan bahan bakar agar diperoleh campuran udara-bahan bakar
yang dapat dibakar dengan cepat dan sempurna di dalam silinder
• Atomisasi dan penyebar bahan bakar di dalam aliran udara
• Penentu perubahan putaran mesin (percepatan dan perlambatan)


Dalam hal ini dikenal parameter yang disebut dengan Air-Fuel Ratio (AFR) yaitu perbandingan jumlah udara terhadap bahan bakar dalam berat. Nilai perbandingan teoritis untuk proses pembakaran sempurna atau disebut juga dengan AFR stoichiometri untuk motor bensin sekitar 14,7. Sistem bahan bakar harus mampu menghasilkan perbandingan udara-bahan bakar yang dibutuhkan di silinder sesuai dengan kondisi operasi mesin. Sebagai contoh pada waktu start dingin, dibutuhkan campuran yang kaya bahan bakar. Dalam kondisi mesin masih dingin otomatis bahan bakar yang menguap hanya sebagian sehingga diperlukan extra bahan bakar untuk memperoleh campuran yang siap dibakar di dalam silinder.


Dewasa ini sudah banyak kendaraan yang menggunakan sistem injeksi bahan bakar sebagai pengganti karburator dengan pertimbangan sebagai berikut:
• Karburator tidak mampu mengalirkan campuran udara-bahan bakar dengan harga
perbandingan yang sama untuk setiap silinder.
• Uap bahan bakar yang lebih berat daripada udara , akan mengalami kesulitan ketika
mengalir melalui belokan dan sudut-sudut tajam dari saluran isap (intake manifold)
• Dengan sistem injeksi, bahan bakar dapat dikabutkan langsung ke dalam saluran
isap, dekat dengan katup isap
• Lebih presisi dalam mengatur jumlah bahan bakar yang dikabutkan sebagai fungsi
dari kondisi operasi mesin yang dideteksi oleh berbagai sensor

Ada dua jenis sistem injeksi bahan bakar untuk motor bensin berdasarkan posisi injektornya, yaitu:
1. Multipoint fuel-injection atau Port fuel injection (PFI), dimana injektor
terletak di atas lubang isap (intake port) pada setiap silinder.
2. Single-point fuel-injection atau disebut juga Throttle-body fuel injection (TBI),
dimana injektor dipasang sebelum saluran isap yaitu di atas katup throttle.

Kelebihan PFI dibandingkan dengan TBI adalah distribusi campuran udara-bahan bakar yang lebih seragam untuk masing-masing silinder, respon terhadap perubahan posisi throttle lebih cepat, dan lebih akurat dalam mengatur jumlah bahan bakar yang diinjeksikan sesuai dengan kondisi operasi. Dengan demikian prestasi mesin menjadi lebih baik, emisi berkurang, dan pemakaian bahan bakar lebih irit. Sebaliknya TBI hanya memerlukan lebih sedikit injektor dan sistemnya lebih sederhana. Dalam sistem ini, distribusi campuran udara-bahan bakar sangat dipengaruhi oleh desain saluran isap.


Selain itu berdasarkan metoda penyaluran bahan bakar, dikenal juga sistem sebagai berikut:
• Injeksi kontinu atau Continuous Injection System (CIS), dimana bahan bakar diinjeksikan secara kontinu dengan laju aliran massa yang terkontrol.
• Injeksi tak kontinu, dimana bahan bakar diinjeksikan selama selang waktu tertentu pada saat diperlukan.

Pada umumnya sistem injeksi bahan bakar dikontrol secara elektronik atau yang kita kenal dengan Electronic Fuel Injection (EFI). Sistem ini dikontrol oleh Electronic Control Module (ECM) atau disebut juga Electronic Control Unit (ECU), yaitu berupa chips yang terdiri dari microprosessor dan memory yang dipasang “on board” pada mobil. ECU ini menerima input berupa sinyal-sinyal elektronik dari semua sensor dan memprosesnya untuk menentukan jumlah bahan bakar yang diperlukan dengan mengatur bukaan katup pada injektor. Tujuan penggunaan dan pengembangan EFI sampai saat ini adalah untuk memperbaiki prestasi motor bakar dan mengurangi emisi gas buang.


by: Rizki Yudhanto

Sistem pelumasan mesin

Sistem pelumasan mesin



Seluruh peralatan yang bergerak didalam suatu motor bakar selalu mengadakan pergesekan, untuk mengatasinya diperlukan minyak pelumas tidak diperhatikan pada suatu motor bakar, maka akan mengakibatkan :
a) bagian peralatan yang bergesekan akan cepat aus,
b) timbulnya panas yang berlebihan
c) tenaga mesin berkurang, dan
d) timbul karat



pelumasan yang teratur dan selalu memperhatikan mutu minyak pelumas dapat memperpanjang usia motor terhadap kerusakan karena terhindar dari :
a) keausan silinder
b) terbakarnya bantalan
c) pengotoran busi
d) kemacetan cincin torak
e) pelumpuran
f) deposit
g) pemborosan bahan bakar



karena itu fungsi pelumasan meliputi pekerjaan sebagai berikut:
a) melumas bagian-bagian yang bergerak untuk mengurangi keausan dan kerugian daya gesek.
b) meredam kejutan-kejutan antara bantalan dan bidang-bidang lumas lainnya sehingga mengurangi kebisingan suara motor dan memperpanjang usia mesin
c) menyumbat baik rongga-rongga yang terdapat diantara cincin-cincin torak dan dinding silinder
d) membantu mendinginkan mesin dengan menghanyutkan panas yagn timbul akibat gesekan
e) membantu membersihkan bidang-bidang lumas dengan jalan menghanyutkan abu atau pasir-pasir akibat gesekan.



bagian-bagian yang penting dari motor yang memerlukan pelumasan ialah:
a) dinding silinder dan torak
b) bantalan poros engkol dan batang penggerak
c) bantalan poros kam
d) mekanisme katup
e) pena poros
f) kipas angin
g) pompa
h) mekanisme pengapian



dalam pasaran minyak pelumas kekentalan sering diukur dengan angka SAE(society automotif engineer), misal SAE10 (ENCER SEKALI)
SAE20 (lebih kental). makin besar angka SAEnya maka minyak pelumas makin kental. minyak pelumas makin encer bila dipanaskan dan makin kental
bila di dinginkan, karena tiu makin rendah temperatur motor makin sukar di start.

otomotif.web.id

Siklus 2-Tak Mesin Diesel

Siklus 2-Tak Mesin Diesel


Motor diesel dikategorikan dalam motor bakar torak dan mesin pembakaran dalam (internal combustion engine). Penggunaan motor diesel bertujuan untuk mendapatkan tenaga mekanik dari energi panas yang ditimbulkan oleh energi kimiawi bahan bakar, energi kimiawi tersebut diperoleh dari proses pembakaran antara bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar.

Pada motor diesel ruang bakarnya bisa terdiri dari satu atau lebih tergantung pada tujuan perancangan, dan dalam satu silinder dapat terdiri dari satu atau dua torak.

Tekanan gas hasil pembakaran akan mendorong torak yang dihubungkan dengan poros engkol menggunakan batang torak, sehingga torak dapat bergerak bolak-balik (reciprocating). Gerak bolak-balik torak akan diubah menjadi gerak rotasi oleh poros engkol. Dan sebaliknya gerak rotasi poros engkol juga diubah menjadi gerak bolak-balik torak pada langkah kompresi.


Berdasarkan cara menganalisa sistim kerjanya, motor diesel dibedakan menjadi dua, yaitu motor diesel yang menggunakan sistim airless injection (solid injection) yang dianalisa dengan siklus dual dan motor diesel yang menggunakan sistim air injection yang dianalisa dengan siklus diesel sedangkan motor bensin dianalisa dengan siklus otto.

Diagram P-V siklus diesel dua langkah
Perbedaan antara motor diesel dan motor bensin yang nyata adalah terletak pada proses pembakaran bahan bakar, pada motor bensin pembakaran bahan bakar terjadi karena adanya loncatan api listrik yang ditimbulkan oleh dua elektroda busi, sedangkan pada motor diesel pembakaran terjadi karena kenaikan temperatur campuran udara dan bahan bakar hingga mencapai temperatur nyala akibat kompresi torak. Karena prinsip penyalaan bahan bakarnya akibat tekanan maka motor diesel juga disebut compression ignition engine sedangkan motor bensin disebut spark ignition engine.



By: Jayan Sentanuhady

Merawat Termostat Mobil

Merawat Termostat Mobil

TERMOSTAT berfungsi untuk mengatur buka-tutup aliran air dari radiator ke mesin. Kinerja termostat tidak optimal, kalau komponen ini dipenuhi karat pada dinding-dindingnya. Karat pada dinding-dinding termostat harus dihindari karena bahan baku komponen ini sebagian besar adalah besi.

Karat bisa timbul kalau air radiator jarang diganti sehingga menjadi kotor. Itu sebabnya perawatan termostat yang terpenting adalah menjaga kualitas air radiator. Tumpukan karat pada dinding termostat bisa membuat komponen ini macet. Kemacetan bisa membuat peranti termostat selalu terbuka atau tertutup.

Jika selalu terbuka, sirkulasi air antara mesin dan radiator akan terus-menerus mengalir. Dampaknya air radiator akan selalu berada pada suhu dingin sehingga suhu mesin pun akan dingin (overcooling). Bila kondisinya seperti itu, kinerja mesin pun tidak optimal karena temperaturnya tidak mencapai pembakaran pada suhu 92 derajat Celsius.

Sebaliknya, jika termostat macet dalam kondisi tertutup, aliran air antara mesin dan radiator akan terhalang. Imbasnya saat air pendingin telah mencapai temperatur kerja dan mendekati titik didih, air panas itu tidak dapat bertukar tempat dengan air yang dingin. Karena tidak mendapat pendinginan terjadilah overheating. Panas yang melebihi toleransi membuat mesin berbunyi tidak normal, kurang bertenaga, boros bahan bakar, bahkan mogok di tengah jalan.

Untuk mobil berteknologi modern, seperti injeksi bisa menggunakan bahan aditif (radiator coolant) yang mengandung ethylene glycol. Bahan ini berfungsi menurunkan titik didih air untuk menyempurnakan pendinginan. Selain itu juga berfungsi untuk mencegah timbulnya korosi pada saluran-saluran air pendingin.


By : Pikiran Rakyat.com

Jumat, 20 Maret 2009

Kelemahan Motor Diesel.

Kelemahan Motor Diesel.


a. Getaran Mesin
Getaran ini sebenarnya mejadi kendala dan tidak disukai bagi mereka yang terbiasa menggunakan jasa motor bensin dan relatif punya uang. Mereka lebih mempertimbangkan “kenyamanan” dibandingkan dengan efisiensi dan efektivitas. Namun bila dibandingkan, memang motor Diesel mempunyai getaran lebih besar dan suara yang lebih keras. Hal ini sebagai akibat besarnya perbandingan kompresi dan tekanan pembakaran yang jauh lebih besar pada motor Diesel di-bandingkan dengan motor bensin.


b. Polusi Asap Gas Buang.
Gas buang motor diesel sebenarnya lebih bersih dari gas beracun seperti co, so, dan pb seperti pada gas buang motor bensin. Hanya bila penyetelan motor Diesel tidak baik, akan muncul asap yang berlebihan, dan mengganggu pandangan pengemudi lain (bila diperguna-kan pada kendaraan jalan raya). Namun bila penyetelan motor diesel di lakukan dengan benar, maka kelemahan ini bisa ditekan sampai sangat minimal.


c. Pemeliharaan.
Pemeliharaan motor Diesel memang lebih sulit dan memerlukan peralatan yang sangat khusus, karena sangat memerlukan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Oleh karena itu biaya pemeliharaan akan lebih tinggi, namun frekuensi pemeliharaan bisa lebih kecil dibanding-kan dengan motor bensin. Namun demikian sampai dengan saat ini, belum ada hasil penelitian yang dapat memberikan penjelasan mana yang lebih mahal.

Minggu, 22 Februari 2009

Motor Bakar